Sejarah Hari Buruh


Salah satu peristiwa sejarah di dunia yang memiliki pengaruh pada kehidupan
masa sekarang maupun masa depan adalah tentang peristiwa terbentuknya Hari Buruh atau
yang biasa dikenal dengan sebuatan May Day. Hari Buruh adalah sebuah rentetan
perjuangan dari para kelas pekerja agar tidak diperlakukan dengan buruk secara terus - menerus oleh para bosnya. Setiap tanggal 1 Mei, kaum buruh di seluruh dunia memperingati
peristiwa besar yang terjadi di Amerika Serikat, berupa demonstrasi kaum buruh pada tahun 1886 yang menuntut pemberlakuan delapan jam kerja.

Lalu bagaimana dengan sejarah hari buruh dunia dan di Indonesia?

Berikut adalah beberapa ulasan sejarah hari buruh, informasi dalam teks sejarah dan struktur sejarah hari buruh,tanggal hari buruh indonesia serta demo hari buruh.

Sejarah Hari Buruh

1. Hari Buruh, biasa dikenal juga dengan sebutan May Day, diperingati pada setiap tanggal 1 Mei. Di beberapa negara, Hari Buruh ini dijadikan
hari libur tahunan, yang berawal dari usaha gerakan serikat buruh dalam merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh.
Hari Buruh ini lahir dari akibat adanya perjuangan kelas pekerja buruh.
Pada 1886, terjadi demonstrasi kaum buruh Amerika Serikat yang menuntut pemberlakuan delapan jam kerja. Akhirnya Federation of
Organized Trades and Labor Unions akhirnya menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh yang diperingati oleh para kaum buruh di seluruh
dunia. Penetapan ini dilakukan dalam memperingati momen tuntutan delapan jam kerja sehari dan juga memberikan semangat
baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut.

2. Tuntutan dari kaum buruh ini berawal sejak era industri di awal abad ke-19. Perkembangan kapitalisme industri menandakan
perubahan drastis di bidang ekonomi-politik, terutama di negara kapitalis yang ada di Barat. Di Amerika Serikat misalnya, pengetatan disiplin dan
pengintensifan jam kerja, minimnya upah yang diperoleh, dan buruknya kondisi kerja di pabrik menuai amarah dan perlawan dari kalangan kelas pekerja. Pemogokan pertama kelas pekerja yang terjadi di Amerika Serikat adalah pada tahun 1806 oleh pekerja cordwainers.
Pemogokan ini membawa para dampak pengorganisasinya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja
pada masa era tersebut bekerja 19 hingga 20 jam dalam sehari. Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi
agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.

3. Demonstrasi besar yang berlangsung sejak April 1886, dari waktu ke waktu pendukungnya semakin banyak. Demonstrasi menjalar ke berbagai kota, seperti Chicago, New York, Detroit, Louisville,
dan Baltimore. Demonstrasi ini mempersatukan buruh berkulit putih dan hitam. Sampai pada 1 Mei 1886, demonstrasi yang menjalar dari Maine ke Texas dan dari New Jersey ke Alabama
diikuti oleh setengah juta buruh di negeri tersebut.

4. Perkembangan ini memancing banyak reaksi dari kalangan pengusaha
dan pejabat pemerintahan setempat saat itu. Melalui Chicago’s Commercial Club, dikeluarkan dana sekitar US$2.000 untuk membeli peralatan senjata mesin guna menghadapi demonstrasi.

Demonstrasi yang awalnya damai dalam menuntut pengurangan jam kerja itu pun malah berakhir dengan adanya korban dan kerusuhan. Sekitar 180 polisi menghadang demonstrasi dan memerintahkan agar demonstran membubarkan diri.

5. Sebuah bom meledak di dekat barisan polisi. Polisi kemudian membabi - buta menembaki buruh yang berdemonstrasi. Akibatnya korban
pun jatuh dari pihak buruh pada 3 Mei 1886, ada 4 orang buruh tewas dan puluhan lainnya terluka. Dengan tuduhan terlibat
dalam pengeboman, delapan orang aktivis buruh ditangkap dan dipenjarakan. Akibat dari tindakan ini, polisi menerapkan larangan terhadap setiap demonstrasi buruh. Tapi, kaum
buruh tidak begitu saja menyerah. Pada 1888 mereka kembali melakukan aksi dengan tuntutan yang sama. Selain itu, mereka juga memutuskan untuk kembali melakukan suatu demonstrasi pada 1 Mei 1890.

6. Di rangkaian demonstrasi yang terjadi pada saat itu, bukan hanya terjadi di Amerika Serikat saja. Bahkan menurut Rosa Luxemburg
(1894), demonstrasi dalam penuntutan pengurangan jam kerja tersebut sebenarnya diinspirasikan oleh demonstrasi serupa
yang terjadi sebelumnya di Australia pada tahun 1856. Tuntutan tentang pengurangan jam kerja juga singgah di Eropa. Saat itu, gerakan
buruh di Eropa tengah menguat. Tentu saja, fenomena ini semakin menguatkan kesatuan dalam gerakan buruh sedunia dalam satu kesatuan perjuangan.

7. Sebuah peristiwa monumental yang menjadi puncak dari persatuan gerakan buruh dunia adalah penyelenggaraan Kongres Buruh Internasional yang terjadi pada tahun 1889. Kongres yang dihadiri oleh ratusan delegasi dari berbagai negeri dan memutuskan delapan jam kerja per hari menjadi tuntutan utama kaum buruh seluruh dunia. Selain itu, kongres juga menyambut usulan delegasi buruh dari negara Amerika Serikat yang menyerukan pemogokan umum 1 Mei 1890 untuk menuntut pengurangan jam kerja dan menjadikan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh se-Dunia.

8. Delapan jam/hari atau 40 jam perminggu (lima hari kerja) sudah ditetapkan sebagai standar perburuhan internasional oleh ILO melalui Konvensi ILO No. 01 tahun 1919 dan Konvensi No. 47 tahun 1935. Ditetapkannya konvensi tersebut adalah sebuah pengakuan internasional yang secara tidak langsung merupakan buah dari perjuangan kaum buruh sedunia agar mendapatkan pekerjaan layak. Penetapan 8 jam kerja setiap harinya sebagai salah satu ketentuan pokok dalam hubungan industrial perburuhan adalah penanda berakhirnya bentuk kerja paksa dan perbudakan yang bersembunyi di balik hubungan industrial.


(Diadaptasi dari berbagai sumber)
Setelah kalian membaca teks “Sejarah Hari Buruh” tersebut, cobalah
kalian diskusikan beberapa hal berikut.
(1) Menurut kalian, berapakah lama sebenarnya jam kerja yang pantas
bagi seseorang dalam satu hari?
(2) Apakah ada undang-undang yang mengatur jam kerja di Indonesia?
(3) Dalam Kepmen No. 102 Tahun 2004 disebutkan waktu kerja lembur adalah waktu kerja yang melebihi 7 jam sehari dan 40 jam
1 minggu untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu atau 8 jam sehari dan
40 jam 1 minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu atau waktu
kerja pada hari istirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi
yang ditetapkan pemerintah. Apakah kalian setuju dengan adanya
waktu kerja lembur tersebut?
(4) Pantaskah orang yang bekerja lembur dapat upah lebih?
(5) Banyak pendapat yang mengatakan bahwa orang yang kerja
berlebihan rentan terkena serangan jantung. Hal ini dapat dikatakan
sebagai risiko dari kerja yang berlebihan. Lalu, apa lagi bentuk
risiko lain yang kamu ketahui?


Comments

Popular posts from this blog

Berapa Lama Kuliah di S2 dan S3?

Apa itu Responsi?

Kuliah Jurusan Ilmu Gizi UNDIP