Bagaimana kita bisa mendengar bunyi?

Kalian tentunya tidak asing lagi dengan kata bunyi atau disebut juga suara. Bunyi itu merupakan salah satu contoh gelombang longitudinal yang membutuhkan suatu medium (disebut dengan gelombang mekanik). Apabila kita bercakap-cakap maka bunyi yang kita dengar akan merambat dari pita suara yang berbicara menuju pendengar melalui medium yaitu berupa udara.

Bagaimana kita bisa mendengar bunyi? Ada beberapa syarat bunyi yang dapat terdengar telinga kita.

Yang pertama adalah adanya sebuah sumber bunyi. Misalnya jika ada gitar yang dipetik, ada yang bersuara dan ada pula suara kendaraan lewat.

Kedua : harus ada sebuah medium. Ingatlah sesuai keterangan di atas bunyi termasuk gelombang mekanik berarti akan membutuhkan medium. Apakah dapat astronot bercakap-cakap secara langsung (tidak menggunakan alat elektronika) saat mereka berada di bulan? Tentu jawabannya adalah tidak dongss, karena saat di bulan itu tidak memiliki atmosfer (tidak ada medium). Bunyi hanya dapat merambat dalam medium udara (zat gas), air (zat cair) maupun juga zat padat. Pernahkah kalian melihat dua anak yang sedang bercakap-cakap melalui benang seperti Gambar ?

Mungkin kalian juga pernah mencobanya. Ketiga, bunyi dapat didengar telinga apabila memiliki frekuensi 20 Hz s.d 20.000 Hz. Batas pendengaran dari manusia adalah pada frekuensi tersebut bahkan pada saat dewasa akan terjadi pengurangan interval tersebut karena faktor kebisingan ataupun sakit. Berdasarkan batasan pendengaran pada manusia itu gelombang dapat dibagi menjadi tiga yaitu adalah audiosonik (20-20.000 Hz), infrasonik (berada di bawah 20 Hz) dan serta ultrasonik (di atas 20.000 Hz).

Binatang-binatang banyak yang dapat mendengar di luar suara audio sonik. Contohnya adalah jangkrik yang dapat mendengar infrasonik (di bawah frek 20 Hz), dan juga njing dapat mendengar ultrasonik (hingga 25.000 Hz)

Comments

Popular posts from this blog

Berapa Lama Kuliah di S2 dan S3?

Apa itu Responsi?

Kuliah Jurusan Ilmu Gizi UNDIP