Apa Bedanya Anarkis dan Anarkistis?

Apasih Bedanya Anarkis sama Anarkistis itu?

Riuh para pendemo biasanya menjadi mendapat sorotan besar. Berbagai imbauan datang supaya demo tidak berakhir ricuh dan chaos. Nah, saat seperti itulah ungkapan anarki dan banyak digunakan. Namun sebenarnya penggunaan kata itu kurang tepat lho.

Dilansir dari liputan6.com, dalam pemakaian bahasa, kata anarkis malah lebih populer digunakan daripda anarkistis. Akan tetapi, kedua kata tersebut sering digunakan dalam pengertian yang malah tertukar.

Sebagai contohnya adalah, perhatikan kalimat berikut.
(1) Kapolri mengimbau agar para pengunjuk rasa tidak bertindak anarkis.

Apakah pada penggunaan anarkis dalam pada contoh di atas sudah tepat? Untuk mengetahui hal itu, yuk mari kita lihat dulu pengertian anarkis.

Apa pengertian anarkis?
Kata anarkis (anarchist) berkelas kata nomina dan mempunyai makna ‘penganjur (penganut) paham anarkisme’ atau adalah orang yang melakukan tindakan anarki (menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Berdasar pengertian itu, anarkis mempunyai makna 'pelaku’ atau ‘orang yang melakukan’, dan bukan menyatakan ‘sifat anarki’. Padahal, pada kalimat (1) membutuhkan kata sifat yang digunakan untuk menjelaskan verba “bertindak”.

Lalu, mari kita lihat pengertian anarkistis. Menurut KBBI, anarkistis itu adalah ‘bersifat anarki’. Adapun untuk anarki adalah bermakna ‘hal tidak adanya pemerintahan, undang-undang, perarturan, dan ketertiban; kekacauan yang ada dalam suatu negara'.

Ketika anarkis adalah sebagai pelaku, anarkistis akan menyatakan bersifat anarki (tidak ada pemerintahan, kekacauan), yang dibutuhkan oleh kalimat (1) diatas.

Secara etimologis, seperti yang diambil dari Wikipedia, anarki itu adalah kata serapan yang berasal dari anarchy (bahasa Inggris) atau anarchie (bahasa Belanda/Jerman/Prancis), juga bersumber dari bahasa Yunani yaitu anarchos atau anarchia. Ini adalah kata bentukan ”a” (tidak/tanpa) yang disisipi ”n” dengan archosatau archia (pemerintah ataukekuasaan). Anarchos atau anarchia yang berarti ‘tanpa pemerintahan’.

Menurut Advanced English-Indonesian Dictionary (4th Ed) yang disusun Drs Peter Salim, anarchy ini adalah kata benda yang berarti 'kekacauan, tidak adanya pemerintahan, atau anarkhi (anarki)'. Sementara itu, pada anarchist (kata benda) yang berarti 'penganut paham anarkhi (maksudnya anarki)' atau 'orang yang ingin menggulingkan kekuasaan pemerintahan'. Dari makna yang diungkapkan tersebut, kamus ini juga sama dengan KBBI.

Lihat lagi kalimat (1) dan apa yang sesungguhnya dibutuhkan kalimat tersebut. Kalimat itu adalah kalimat aktif dengan subjek pelaku “Kapolri”, dengan memakai predikat verba “mengimbau”, serta ada objek “para pengunjuk rasa”. Kalimat itu memiliki anak kalimat yang ditandai dengan suatu konjungsi “agar”, dan predikat berbentuk frasa “bertindak anarkis”.

Bertindak merupakan verba yang membutuhkan sesuatu yang menyatakan sifat supaya frasa menjadi “bunyi”. Di dalam hal ini, bertindak pelaku anarki (anarkis) tidak berterima; sehingga padanan yang pas adalah bertindak yang sifat anarki (anarkistis). Dengan demikian, kalimat yang tepat untuk melengkapi dan memperbaikinya adalah sebagai berikut.

(1.1) Kapolri mengimbau para pengunjuk rasa agar tidak bertindak anarkistis.

Sebenarnya, kata anarkis itu sejalan dengan optimis ‘orang yang selalu berpengharapan’ dan juga pesimis ‘orang yang bersikap atau berpandangan tidak mempunyai harapan baik’. Sedangkan anarkistis bisa disejajarkan dengan optimistis ‘bersifat optimis’ dan juga pesimistis ‘bersifat pesimis’.

Lalu, bagaimana penggunaan kata anarkis yang tepat itu? Seperti yang telah dijelaskan di atas, penggunaan kata anarkis bermakna ‘pelaku’, adalah ‘orang yang melakukan tindakan anarki’. Maka dari itu, penggunaannya yang tepatnya adalah untuk menyatakan ‘pelaku’ atau ‘orang yang melakukan tindakan anarki’.

Contohnyanya bisa dilihat pada kalimat berikut.

(2) Para anarkis diamankan aparat usai demo yang berakhir ricuh.

Dalam kalimat (2) itu, para anarkis telah menyatakan orang-orang pelaku anarki.

Kekeliruan sering terjadi di banyak tempat. Saat sudah tahu mana yang betul, maka sepatutnya kita bisa lebih “sadar” mamakai dan memilah mana yang lebih tepat digunakan. Janganlah sampai nanti terjadi anarkis, eh...anarkistis—maksud saya adalah anarki.

Comments

Popular posts from this blog

Berapa Lama Kuliah di S2 dan S3?

Apa itu Responsi?

Kuliah Jurusan Ilmu Gizi UNDIP