Mengapa Orang Yahudi Pintar dan Sangat Cerdas?

Kalau kamu benci negara Vatikan, lalu anda mengumumkannya ke banyak orang, secara tidak langsung kamu telah mengajak bermusuhan seluruh pemeluk agama Katolik. Karena memang disanalah pusatnya agama Katolik.

Begitu pula kalau kamu membenci orang di negara Tibet, anda mengajak ribut pemeluk agama Budha. Karena dinegara itu hampir semua warganya memeluk agama Budha.

Tapi kalau kamu juga malah membenci dan mencaci maki negara Israel alias bangsa Yahudi, maka dijamin kamu  sependapat bahkan didukung oleh masyarakat dunia yang lainnya. Mengapa begitu?

Karena bangsa Yahudi memang adalah bangsa yang paling pembuat onar dan demen amat dengan perbuatan menindas dan juga menganiaya.

Herannya saja “ bangsa itu cuman secuil gitu doank kok gak ada yang bisa ngelarang dan ngeberantasinnya yah ? "

Begitu menariknya, artikel ini saya copas dari khalidabdullah.com dan saya sedot ke kukau.blogspot.com hehe.. jadi di tulisan artikel ini akan ada sedikit tambahan - tambahan dari saya yang mungkin belum ada di sana. Ayo disimak ya sampai selesai karena tulisan ini bisa merubah pola berfikir bangsa dan negara tercinta kita ini (Indonesia)

Kalau kita lihat di berita - berita, PBB seluruh organisasi kemanusiaan dunia pun hanya mengecam saja, dan tak memberi tindakan nyata. Kenapa ya?

Jawabannya Cuma satu kalimat saja :

Karena bangsa Yahudi adalah salah satu bangsa yang mampu menguasai dunia karena kecerdasannya dan kelicikannya baik dari bidang sains, bisnis, maupun teknologi.

Dan yang PALING PENTING-nya: Bagaimana cara kita supaya  bisa menirunya ???!!! (seluruh bangsa Indonesia wajib baca artikel ini )

Artikel dari Dr Stephen Carr Leon tentang Thesis Phd-nya yang dibuatnya menurut pengamatannya selama 8 tahun di Israel. Melakukan Seminar Quantum Life Transformation dengan pembicara Adi W Gunawan ( #1 The Re-Educator & Mind Navigator ). Buku yang ada di Gramedia yang menguak tentang kebusukan bangsa Yahudi. Buku Born To Be Genius. Pembicara Ibu Roesmiati Soepandji di seminar QLT juga ( Ibu dari Jaksa Agung yang sekarang ; Hendarman Soepandji )


Dr Stephen Carr Leon telah menghabiskan masa 3 tahun di Israel untuk menjalani housemanship yang ada di beberapa rumah sakit disana.

Dirinya melihat ternyata ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, adalah “ Mengapa Yahudi Pintar? ”

Maka Stephen mulai membuat tesis untuk Phd-nya.


Pengamatan Masa Kehamilan Sang Ibu


Begitu pula wanita Israel yang mengetahui bahwa dirinya tengah mengandung anak, maka langsung ibu tersebut sering bernyanyi dan juga bermain piano dan juga banyak membeli buku matematika.

Bermain piano dan bernyanyi itu bertujuan untuk mempengaruhi suasana hati bawaan di dalam si bayi tersebut ketika lahir. Dengan bernyanyi dan bermain piano, maka  ibu akan merasakan ketenangan pula.

Diharapkan bayi akan memiliki karakter bawaan yang tenang dan juga berfikir matang ketika menghadapi masalah hidup nantinya.

Sedangkan ketika mengerjakan soal matematika bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan otak bayi yang ada di dalam kandungannya.

Agar anak mereka terlahir dengan otak yang jenius.


Dan para ibu Yahudi yang sedang mengandung bayi, terus menerus mengerjakan soal matematika yang ada sampai tiba saat dirinya melahirkan. Kadang mereka juga mengerjakan bersama suaminya dan bertanya kepada saudara-saudaranya bila ada soal yang terlihat sulit.

Artinya.. mereka itu tidaklah melatih kecerdasan otak anaknya dari kecil, dari balita, dari umur 3 bulan, tetapi dari sejak ada di dalam kandungan !


Cara Makan:


Sejak awal sang ibu mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama dicampur susu. Tengah hari makanan utamanya adalah roti dan ikan tanpa kepala (sekali lagi, tanpa memakan kepalanya!) dentan salad yang dicampur dengan badam dan juga  berbagai jenis kacang-kacangan.

Menurut wanita Yahudi, daging ikan sangatlah baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan malah mengandungi kimia yang tidak baik yang bisa merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak yang ada didalam kandungan.

Sama dengan seperti kebiasaan orang Jepang yang jenius juga rajin memakan daging ikan

Ini adalah khas adat orang orang Yahudi ketika sang ibu mengandung. Telah menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung juga mengonsumsi pil minyak ikan.

Saat diundang makan malam bersama orang orang Yahudi. Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),” ungkapnya.
Biasanya kalau ada ikan, tak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama dalam satu meja. Menurut keluarga orang Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang itu adalah harus, terutama kacang badam. 

Prinsip yahudi : “ kalau telah makan ikan, tidak boleh ada daging yang dimakan bersamaan “ ternyata itu sama dengan perinsip makannya Rasullullah S.A.W, manusia terjarang sakit sedunia ). Orang Islam harusnya tahu ini. 

Mereka juga akan memakan buah-buahan terlebih dahulu sebelum makan hidangan utama. Menurutnya dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini malah akan menyebabkan kita merasa ngantuk.

Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran yang ada di sekolah.

Ternyata kalau kita makan buah dahulu baru nasi, akan menyebabkan buah yang ada di dalam pencernaan busuk. Karena proses pencernaan makanan yang ada di dalam perut kita memakan waktu yang lama. Sehingga akan membuat buah mengalami antrian yang panjang sampai akhirnya dia malah keburu busuk duluan dan tak dapat manfaat nutrisinya.

( Pernah membiarkan apel yang sudah terkelupas? lama-lama akan kuning kemudian bisa membusuk khan ? itu hanya didiamkan dan terkena udara saja loh…bagaimana jika dicampur olahan makanan yang ada di dalam perut kita ? Sudah pasti busuk duluan sebelum diproses. Jadi istilah “makan buah setelah makan nasi” sebagai pencuci mulut itu adalah hal yang SALAH. Makan buah sebelum makan nasilah yang benar, bukanlah setelah kita makan nasi. Percuma. 

#kamuharustau
Kamu pasti belum tahu yakk, kalau konsumsi buah dulu baru makan, itu juga ada dalam Quran, ini dia hadistnya yang saya ambil dari muslimafiyah.com, ada dua hadist penjelas..
Dalil makan buah sebelum kita makan
Di antara dalilnya adalah surat Al-Waqiah. Allah Ta’ala berfirman,
وَفَاكِهَةٍ مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ (20) وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ
”Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan”. (Al Waqi’ah 20-21)
di antara ulama ada yang berdalil bahwa Allah menyebut buah dahulu baru daging sebagai dalil anjuran dalam islam, makan buah dahulu baru makanan pokok

Al-Gazali rahimahullah berkata,
ويستحب تقديم الفاكهة إن كانت فذلك أوفق في الطب، فإنها أسرع استحالة فينبغي أن تقع في أسفل المعدة وفي القرآن الكريم تنبيه على تقديم الفاكهة في قوله تعالى: وَفَاكِهَةٍ مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ ثم قال: وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ.

“Dianjurkan mendahulukan makan buah jika karena sesuai dengan ilmu kedokteran yaitu lebih cepat dicerna maka lebih baik buah lebih bawah (dalam perut) daripada hidangan (makanan pokok). 

Di Dalam Al-Quran juga ada peringatan untuk mendahulukan makan buah yaitu dalam firman Allah yang berbunyi ,”Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan”.


Anak-Anak Yahudi:


Stephen selanjutnya mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan pada awal adalah buah buahan bersama  dengan kacang badam, yang diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).

Kacang Badam itu adalah sama dengan Kacang Almond, atau Buah Almond, yang mirip dengan Buah Persik dan Aprikot, hanya saja daging buahnya itu dibuang saat dipanen, sehingga hanya menyisakan bijinya, karena itu disebut sebagai kacang.

Dalam pengamatan Stephen, anak-anak orang Yahudi sungguh cerdas. Rata-rata mereka dapat memahami tiga bahasa: Hebrew, Arab dan Inggris.

( Ternyata ketika mempelajari sesuatu yang baru itu akan menyeimbangkan kedua belah otak kita. Contohnya ketika seperti mempelajari bahasa yang berbeda – beda )

Sejak kecil pula mereka juga sudah dilatih bermain piano dan juga biola. Ini adalah sebuah kewajiban.

Menurut mereka ketika bermain musik dan memahami not akan dapat meningkatkan IQ. Sudah tentunya bakal menjadikan anak yang  pintar.

Ini menurut saintis Yahudi, pada hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran kalau banyak pakar musik berasal dari kaum Yahudi.

Musik yang sering mereka dengarkan ya musik yang dapat menambahkan kecerdasan otak mereka. Adalah musik yang mirip bethoven gitu deh.

( Ternyata sesuai dengan yang dikatakan Adi W Gunawan di buku Born To BE Genius )

Masa Kanak – Kanak


Di kelas 1 hingga kelas 6, anak anak Yahudi diajar matematika yang berbasis perniagaan. Pelajaran IPA juga sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak yang ada di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!” katanya.
Segala pelajarannya akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran itu, olahraga juga menjadi suatu hal yang menjadi kewajiban bagi mereka.

Olahraga mereka yang diutamakan adalah memanah, menembak dan juha berlari.
Menurut seorang teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak bisa melatih otak fokus. Disamping itu menembak juga bagian dari persiapan untuk membela negara.

#perlukamutahu : dari yang sering saya denger dari tausiyah pas ngaji, ternyata Rasulullah Muhammad SAW  juga sangat gemar memanah lho. Ada hadistnya juga dan anjurannya yang saya ambil dari muslim.or.id
Dicatat oleh Al Bazzar dalam Musnad-nya (1048), Al ‘Athar dalam Juz-nya (52), Ath Thabrani dalam Mu’jam Al Ausath (2093), dari jalan Hatim bin Laits,
حَاتِمُ بْنُ اللَّيْثِ الْجَوْهَرِيُّ , قَالَ : نا يَحْيَى بْنُ حَمَّادٍ , قَالَ : نا أَبُو عَوَانَةَ ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ ، عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ ، عَنْ أَبِيهِ , قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” عَلَيْكُمْ بِالرَّمْيِ ، فَإِنَّهُ خَيْرٌ لَعِبِكُمْ
“dari Hatim bin Laits Al Jauhari, ia berkata: Yahya bin Hammad menuturkan kepada kami, ia berkata: Abu ‘Awwanah menuturkan kepada kami, dari Abdul Malik bin ‘Umair, dari Mush’ab bin Sa’ad, dari ayahnya (Sa’ad bin Abi Waqqash radhiallahu’anhu) ia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘hendaknya kalian latihan menembak karena itu permainan yang paling bagus bagi kalian‘”

Nah, jadi yang paling taat banget sama ajaran duniawinya Rasul itu orang yahudi ya ternyata -_- 

Saat di Sekolah Tinggi:


Di sini murid-murid digojlok dengan banyak pelajaran sains. Mereka juga didorong untuk menciptakan berbagai produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya memang lucu dan memboroskan, tetapi diteliti dengan serius.
Apalagi kalau yang diteliti itu adalah berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang menuju lebih tinggi.

Satu lagi yang diberi keutamaan ialah fakultas ekonomi. Dr Stephen Carr Leon sungguh kaget melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka yang belajar ekonomi.

Saat di akhir tahun diuniversitas, mahasiswanya diharuskan supaya mengerjakan proyek. Dan mereka juga harus mempraktekannya.
Anda hanya akan lulus jika tim Anda itu (ada 10 pelajar di setiap kelompok) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!

Anda terperanjat?

Itulah kenyataannya. Entrpreneurship dan networking itu sangat digelorakan.

#kamuharustau..
Kemarin saya sempat membaca di liputan6.com dan kompas.com tentang orang terkaya di dunia yang asalnya dari jurusan teknik.. tapi disana ada sebuah hal yang menarik.. baru - baru ini negara - negara barat sedang banyak menggojlok supaya para pelajarnya banyak belajar sains, walau di jurusan sains itu adalah tergolong penghasilannya sedikit..

Merokok Bagi Mereka adalah Sesuatu hal yang TABU


Kalau diundang makan di rumah Yahudi, jangan sekali kali kita merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh kamu supaya keluar dari rumah mereka. Atau menyuruh merokok di luar rumah mereka.

Menurut ilmuwan Israel, penelitian telah menunjukkan kalau nikotin itu dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan juga akan melekat pada gen. Artinya, si keturunan perokok bakal membawa generasi yang juga cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan dari saintis gen dan DNA negara Israel.

Jadi merokok itu adalah sesuatu yang kejam dan menjijikan bagi orang Israel ! Itu adalah perbuatan terkutuk dan kejam bagi mereka mungkin. Karena itu bukan saja dapat merusak gen untuk keturunannya, tetapi juga merusak gen orang-orang yang ikut menghirupnya.

Lalu bandingkan dengan Indonesia !!! Wkwkw

Di jalanan, di warteg, di kampus,di angkot, di mall-mall,  bahkan di beberapa TERAS MASJID yang pernah saya kunjungi. (Apa coba kalau di tempat ibadah itu malah ada perusak generasi bangsa, yang namanya rokok) wkwkw

Saya sendiri juga pernah ngrokok.. ya kadang - kadang sih sama temen2 wkwk.. tapi sekarang jarang banget dan berusaha bilang "nggak" kalau di tawarin..

Ya kalau kita mau negeri ini berubah dan anak bangsa kita cerdas-cerdas, hilangkan rokok! Eh bukan di hilangkan, cukup kita berhenti ngrokok aja, ntar kan hilang sendiri..

Mending daripada demo ngurus korupsi n demo ahokk tuhh gak jelas.. mending kita demo supaya cerdasin bangsa dengan banyakin ajakan stop ngerokok

Jadi mahasiswa jangan belagu ikutan demo-demo gituan lah, kalau kalian masih gelantungan di bis, nyetir motor sambil ngebulin asap rokok! Apalagi kalau masih anak sekolahan!

Para ustad-ustad yang ada di pesantren tolong dilepas tuh juga sorbannyaa, kalo masih ngebulin asap rokok ! ( ustad yang gak ngerokok jangan ngamuk ya…) hehe..

Kalau situ perokok yang jadi tersinggung dengan bagian diatas, Silahkan stop membaca dari Blog ini, berarti anda nggak pengen memberikan contoh bangsa yang sukses dan maju dengan disertai budaya merokok yang mewabah.



Mari kita bersama-sama simpulkan mengapa bangsa Yahudi bisa sangat amat sangat cerdas dan bisa menguasai dunia, baik dari berbagai segi kepintaran, teknologi, maupun perekonomian.

Dalam melahirkan anak dan keturunan yang cerdas itu adalah keharusan. Tentunya bukan lagi perkara yang bisa kita selesaikan semalaman. Perlu proses dan ketekunan dalam membina generasi penerus (kesimpulan Dr Stephen Carr Leon).

Para orang tua bangsa Yahudi telah mengerti dan menyadari bahwa melatih anak menjadi cerdas, bukan ketika anak mereka umur belasan tahun ataupun masih kecil, tetapi saat anak mereka masih ada di dalam kandungan! Mereka sangat mengerti baik karakter dan kepintaran anak, itu tergantung dari aktivitas apa yang para ibu lakukan sewaktu mengandung anak.
(Ini kesimpulan dari khalidabdullah.com,  dari perkataan Ibu Roesmiati Soepandji )

Mereka juga mengharamkan rokok! Jika kamu suka dan merasakan banyak manfaat dari artikel ini, anda bisa membantu membenahi bangsa ini dengan berbagi artikel ini lewat facebook dan jejaring sosial lainnya yang anda miliki. Atau ada pendapat ? Silahkan tuliskan saja.....

Sumber :
Saya copas dari khalidabdullah.com dan ada beberapa tambahan dari saya. Semoga bermanfaat


Comments

Popular posts from this blog

Berapa Lama Kuliah di S2 dan S3?

Apa itu Responsi?

Kuliah Jurusan Ilmu Gizi UNDIP