Sistem Pencernaan Hewan

Kayak apasih sistem pencernaan pada hewan? Apa sama kayak manusia? Yuk simak..

Setiap makhluk hidup itu pasti ada fungsi kehidupan seperti makan, bernapas, bergerak ataupun mempunyai fungsi lainnya. Fungsi hidup itu diatur dan juga dikendalikan dengan cara atau mekanisme tertentu agar makhluk hidup itu bisa tetap hidup. Hewan membutuhkan energi untuk hidupnya. Energi inilah yang akan dicukupi dengan makanan yang dikonsumsi hewan itu. Fungsi sistem pencernaan pada hewan untuk menentukan dan mengatur makanan yang akan dikonsumsinya.


Pakan hewan yang dimakan biasanya masih dalam ukuran besar dan juga komplek sehingga energi yang ada tidak bisa langsung digunakan, maka hewan harus mencerna terlebih dahulu untuk bisa memanfaatkan energi yang terkandung dalam makanan si hewan tersebut.

Hewan akan memerlukan senyawa organik seperti karbohidrat, lemak dan protein sebagai sumber energi untuk melakukan berbagai aktivitas kehidupannya.

Kemampuan hewan untuk melakukan sistesis senyawa organik tersebut sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhannya mengambil dari tumbuhan atau hewan lain. Pernahkah kamu mengamati bagaimana cara sapi makan rumput, kerbau mengambil rumput untuk dimakan dalam mulutnya, atau kambing yang makan dedaunan? Apa cara makan ketiga hewan tersebut berbeda dengan kucing maupun si anjing ? Ya tentu saja ada perbedaannya antara kedua kelompok hewan itu. Jenis pakan yang dimakan sapi, kerbau atau kambing itu berbeda loh dengan yang dimakan anjing atau kucing. Dan juga juga cara mengambil makanannya pun berbeda dari hewan yang satu dengan hewan yang lain. Sapi dan kerbau memilih makan rumput untuk dimakan, sedangkan kambing akan lebih menyenangi daun daripada makan rumput. Anjing dan kucing tidak mau makan rumput atau daun, tetapi anjing dan kucing akan sangat lahab bila diberi makan daging.

Berdasarkan dari makanannya hewan bisa digolongkan menjadi hewan herbivora adalah hewan yang memakan tumbuh-tumbuhan, hewan carnivora adalah hewan pemakan daging dan hewan omnivora itu hewan pemakan campuran baik tumbuh-tumbuhan maupun daging.



SISTEM PENCERNAAN PADA HEWAN



1. Sistem Pencernaan hewan Pemamah Biak

Saluran pencernaan yang ada pada hewan memamah biak terdiri atas mulut, bagian kerongkongan, perut besar (rumen), perut jala (retikulum), bagian perut kitab (omasum), perut masam (abomasum), usus halus, bagian usus besar, rektum dan anus.

Makanan yang sudah ditelan disimpan sementara di rumen, lalu masuk ke dalam perut jala (retikulum). Di dalam perut jala lalu makanan dicerna secara kimiawi dan dibentuk jadi suatu gumpalan kecil lalu dikeluarkan kembali ke mulut untuk di mamah kembali. Makanan yang telah dimamah ditelan lagi dan kemudian masuk ke perut (omasum) untuk digiling.


2. Sistem Pencernaan Pada Burung

Saluran pencernaan yang ada pada burung terdiri atas mulut, bagian kerongkongan, tembolok, bagoan lambung kelenjar, lambung pengunyah (empedal), bagian usus halus, usus besar, rektum dan bagian kloaka.

Pada bagian mulut ada paruh yang kuat untuk mengambil makanan karena tidak punya gigi . Lidah burung kaku karena dilapisi oleh zat tanduk. Lambung atau perut besarnya terdiri dari dua bagian yaitu adalah lambung kelenjar di bagian depan dan lambung pengunyah atau empedal yang ada di bagian belakang.

Di empedal sering ada kerikil yang ditelan burung untuk membantu menghancurkan biji-biji yang sudah ditelan. Kloaka adalah muara dari tiga saluran yaitu saluran pencernaan dari usus, pada saluran uretra dari ginjal dan saluran kelamin


3. Sistem Pencernaan pada hewan Reptil

Saluran pencernaan reptil terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, bagian usus, dan kloaka.

Kelenjar pencernaannya itu terdiri dari kelenjar ludah, bagian pankreas, dan hati. Pada mulut si hewan reptil terdapat gigi, lidah dan juga ludah. Gigi-giginya tumbuh pada rahang atas dan rahang bawah. Pada ular yang mempunyai bisa, terdapat gigi bisa atau gigi yang mengandung beracun


4. Sistem Pencernaan Hewan Amfibi

Saluran pencernaan yang ada pada amfibi terdiri atas mulut, bagian kerongkongan (esofagus), lambung (ventrikulus), usus (intestinum), dan bagian kloaka.

Dalam rongga mulut ada gigi, lidah,dan kelenjar ludah. Pada kelenjar pencernaan terdiri dari kelenjar ludah, hati dan juga pankreas. Gigi yang tumbuh pada rahang atas dan langit-langit disebut gigi vomer. Lidah pada hewan katak bercabang dua dan berfungsi sebagai alat untuk menangkap mangsa.


5. Sistem Pencernaan Pada Serangga

Saluran pencernaan pada serangga itu terdiri atas mulut, bagian kerongkongan, tembolok, lambung pengunyah (empedal), lambung, bagian usus, rektum, dan bagian anus.
Mulut hewan belalang terdiri atas beberapa alat-alat pada mulut yaitu: bibir atas (labrum), bagian bibir bawah (labium), bagian rahang atas (maksila), bagian rahang bawah (mandibula). Bibir atasnya berfungsi untuk alat pengecap. Bibir bawah ada sepasang alat peraba. Rahang bawahnya mempunyai gigi yang tajam digunakan untuk mengunyah makanan. Rahang atasnya mempunyai sepasang gigi yang besar digunakan sebagai pemotong daun.


6. Sistem Pencernaan Ikan

Saluran pencernaan pada ikan itu terdiri dari mulut, kerongkongan, bagian lambung, usus, dan bagian anus. Di dalam rongga mulut ikan ada lidah pendek yang ada di dasar mulut. Gigi ikan tumbuh di bagian rahang atas dan rahang bawah,  ada juga loh yang tumbuh pada langit-langit mulut. Ikan itu hewan yang tidak mempunyai kelenjar ludah tapi mempunyai kelenjar lendir di mulutnya. Lambung ikan adalah pelebaran dari saluran pencernaan. Ikan mempunyai hati, bagian kantung empedu serta saluran empedu yang bermuara menuju ke dalam usus. Pankreas dan hatinya bersatu yang disebut dengan hepatopankreas


7. Sistem Pencernaan Cacing

Saluran pencernaan pada cacing tanah itu terdiri atas mulut, bagian kerongkongan, tembolok, bagian empedal, usus dan bagian anus. Makanan cacing tanah adalah berupa humus. Di sekitar kerongkongannya terdapat tiga pasang kelenjar kapur yang  bisa menghasilkan zat kapur guna untuk menetralkan sifat asam pada makannya.

Di dalam empedal itulah makanan akan dihaluskan secara mekanik dengan bantuan oleh kerikil yang masuk bersama makanan. Dalam usus, makanan kemudian dicerna secara kimiawi. Saluran pada pencernaan Planaria terdiri dari mulut, esofagus dan sistem gastrovaskuler. Pada cacing planaria, mulut terdapat pada tengah tubuh yaitu bagian ventral. Sistem pencernaan planaria disebut dengan sistem gastrovaskuler, yang berarti perut yang bercabang-cabang membentuk suatu saluran-saluran.


8. Sistem Pencernaan Hewan Protozoa

Proses pencernaan makanan yang ada pada hewan bersel satu berlangsung di dalam sel itu sendiri. Contohnya adalah:Amoeba. Makanannya masuk ke dalam vakuola makanan melalui pelekukan ke dalam membran selnya.

Di dalam vakuola inilah makanan dicerna, da di edarkan ke seluruh tubuh. Sari-sari makanan itu diserap dan sisa-sisa makanan berbentuk padat dikeluarkan dari membran selnya. Lalu sisa makanan berbentuk cair di keluarkan melalui vakuola berdenyut atau disebut juga vakuola kontraktil.

Comments

Popular posts from this blog

Berapa Lama Kuliah di S2 dan S3?

Apa itu Responsi?

Kuliah Jurusan Ilmu Gizi UNDIP